“menggambarkan dirimu butuh
imajinasi yang terlalu tinggi. bahkan pensilku pun lelah berfikir bagian
mana yang harus digoreskan untuk lebih menggambarkan dirimu”
“aku kira jalan menuju hatimu adalah jalan lurus. ternyata kau membuat sebuah labirin di hatimu.”
“ingin rasanya aku berhadapan dengan matahari.
menatapnya sampai perih. mengajaknya bicara sampai mulutku melepuh.
dan memeluknya sampai tubuhku hancur.
sampai pada akhirnya hanya matahari dan hatiku yang dingin dan beku saling berhadapan.
biar hatiku yang bicara rindu akan kehangatan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar